Seseorang menggunakan laptop di kafe dengan ponsel di sampingnya, menggambarkan penggunaan VPN sehari-hari

Mozilla VPN vs Proton VPN: Pilihan untuk Privasi Santai

Mozilla VPN dan Proton VPN sama-sama menawarkan perlindungan privasi, tapi punya pendekatan berbeda. Ini perbandingan jujurnya untuk kamu yang ingin praktis.

Mozilla VPN dan Proton VPN adalah dua layanan VPN yang sering muncul saat orang mencari alternatif yang tidak terlalu teknis. Keduanya menjanjikan perlindungan data dan enkripsi, tetapi cara mereka bekerja dan siapa target penggunanya cukup berbeda. Kalau kamu ingin memilih tanpa harus jadi ahli jaringan, perbandingan berikut bisa jadi titik awal.

Profil singkat masing-masing layanan

Mozilla VPN dikembangkan oleh Mozilla, perusahaan di balik Firefox. Layanan ini berjalan di atas infrastruktur Mullvad, penyedia VPN yang dikenal fokus pada privasi. Kamu memakai aplikasi yang sederhana dengan mesin yang cukup serius.

Proton VPN berasal dari tim Proton Mail. Fokusnya juga privasi, dengan penekanan pada transparansi dan opsi keamanan yang lebih banyak. Proton punya versi gratis terbatas, sementara Mozilla VPN sepenuhnya berbayar.

Kemudahan pemakaian sehari-hari

Mozilla VPN menang di urusan tampilan. Aplikasinya bersih, tombol utamanya cuma satu: sambungkan. Pengaturan lanjutan disembunyikan, jadi kamu tidak akan bingung dengan pilihan protokol atau server. Cocok untuk yang ingin melindungi koneksi Wi-Fi kafe tanpa berpikir panjang.

Proton VPN sedikit lebih ramai. Ada pilihan protokol, server khusus untuk torrent, dan opsi koneksi lanjutan. Bagi sebagian orang ini kelebihan, bagi yang lain bisa terasa berlebihan. Kalau kamu tipe yang ingin tahu apa yang terjadi di balik layar, Proton VPN memberi lebih banyak kontrol.

Fitur keamanan dan privasi

Kedua layanan sama-sama memakai enkripsi standar industri dan mengklaim tidak menyimpan log aktivitas. Perbedaannya ada di detail kebijakan dan fitur tambahan.

  • Mozilla VPN: tidak menyimpan log aktivitas, terintegrasi dengan akun Mozilla, dan menyederhanakan pilihan server. Aplikasinya tersedia di Android, iOS, Windows, macOS, dan Linux.
  • Proton VPN: menawarkan perlindungan terhadap kebocoran DNS, opsi Secure Core yang merutekan lalu lintas lewat beberapa server, serta fitur NetShield untuk memblokir iklan dan malware. Versi gratisnya terbatas dari sisi kecepatan dan pilihan server.

Kalau prioritasmu adalah perlindungan tambahan seperti pemblokir pelacak, Proton VPN punya keunggulan. Kalau kamu hanya butuh koneksi terenkripsi yang stabil, Mozilla VPN sudah memenuhi kebutuhan dasar.

Harga dan nilai yang didapat

Mozilla VPN dijual dengan langganan tunggal, tanpa tingkatan. Kamu bisa memakainya di beberapa perangkat sekaligus, dan harganya cenderung lebih murah jika dibandingkan paket berbayar Proton VPN. Tidak ada uji coba gratis yang panjang; biasanya hanya jaminan uang kembali dalam periode tertentu.

Proton VPN punya tingkatan gratis, Plus, dan Proton Unlimited yang menggabungkan layanan email dan penyimpanan. Untuk pengguna yang sudah memakai ekosistem Proton, paket gabungan bisa lebih hemat. Jika kamu hanya mencari VPN, paket dasar Proton VPN tetap masuk akal.

Harga bisa berubah dan promo berbeda di tiap negara. Sebaiknya cek langsung halaman resmi sebelum memutuskan.

Kecepatan dan server

Jumlah server Mozilla VPN lebih sedikit dibanding Proton VPN. Ini bukan masalah besar untuk penggunaan sehari-hari seperti browsing atau streaming, tetapi bisa terasa jika kamu sering menyambung ke negara tertentu yang servernya penuh.

Proton VPN memiliki jaringan server yang lebih luas, termasuk di banyak negara. Kecepatan keduanya bervariasi tergantung lokasi dan waktu. Untuk perbandingan yang adil, coba uji sendiri dengan koneksi internetmu, karena hasil bisa berbeda-beda.

Dukungan perangkat dan kemudahan berlangganan

Mozilla VPN tersedia untuk Android, iOS, Windows, macOS, dan Linux. Kamu bisa mengelola langganan lewat akun Mozilla. Proton VPN mendukung platform yang sama, plus aplikasi khusus untuk smart TV dan router tertentu. Dukungan pelanggan Proton VPN terbilang responsif, dengan basis pengetahuan yang cukup lengkap.

Kalau kamu sering berpindah perangkat atau butuh konfigurasi manual, Proton VPN lebih fleksibel. Untuk pemakaian standar di ponsel dan laptop, keduanya sudah memadai.

Rekomendasi berdasarkan kebutuhan

Pilih Mozilla VPN jika kamu ingin aplikasi yang sederhana, tidak perlu mengatur banyak hal, dan sudah terbiasa dengan produk Mozilla. Layanan ini juga cocok untuk kamu yang ingin langsung terlindungi tanpa harus membandingkan protokol.

Pilih Proton VPN jika kamu menginginkan opsi gratis untuk mencoba, atau butuh fitur tambahan seperti Secure Core dan NetShield. Proton juga cocok bagi kamu yang ingin menggabungkan VPN dengan layanan email terenkripsi dalam satu langganan.

Sebelum memasang VPN, ada baiknya kamu juga merapikan izin aplikasi di ponsel. Panduan seperti Cek Izin Aplikasi di HP: Panduan Praktis Biar Data Nggak Bocor bisa membantu mengurangi celah kebocoran data dari sumber lain. Kebiasaan kecil seperti memeriksa koneksi dan memperbarui aplikasi juga penting, seperti dijelaskan dalam artikel 9 Kebiasaan Kecil yang Bikin Privasi Digital Kamu Lebih Aman.

Mozilla VPN dan Proton VPN sama-sama layak dipertimbangkan. Keputusan akhirnya tergantung pada seberapa banyak kontrol yang kamu inginkan dan apakah kamu membutuhkan fitur tambahan di luar perlindungan dasar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan utama Mozilla VPN dan Proton VPN?

Mozilla VPN menekankan kesederhanaan dengan infrastruktur dari Mullvad, sedangkan Proton VPN menawarkan lebih banyak opsi keamanan dan paket gratis terbatas.

Apakah Proton VPN gratis aman digunakan?

Versi gratis Proton VPN tetap memakai enkripsi dan kebijakan tanpa log, tetapi pilihan server dan kecepatannya dibatasi. Untuk kebutuhan ringan, ini masih bisa dipakai.

Bisakah saya memakai Mozilla VPN di beberapa perangkat sekaligus?

Ya, satu langganan Mozilla VPN biasanya mencakup beberapa perangkat. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung paket yang berlaku, jadi cek ketentuan resminya.