Keamanan online bergantung pada password yang kuat dan kebiasaan sehari-hari yang sering terlewat. Untuk mengetahui apakah akun dan perangkatmu masih aman, lakukan cek keamanan online dengan 11 langkah berikut. Mulai dari yang paling mudah sampai yang butuh sedikit usaha, semuanya bisa kamu lakukan sendiri di rumah.
1. Periksa apakah emailmu pernah bocor
Langkah pertama dalam cek keamanan online adalah memeriksa kebocoran data. Situs seperti Have I Been Pwned bisa menunjukkan apakah alamat emailmu pernah muncul dalam insiden kebocoran data. Kalau ternyata pernah, segera ganti password akun yang terkait dan aktifkan autentikasi dua faktor. Untuk panduan lebih lengkap, baca cara memeriksa kebocoran data pribadi dan menanganinya.
2. Ganti password yang lemah dan pakai password manager
Password yang lemah atau dipakai berulang di banyak akun membuat satu kebocoran bisa merembet ke mana-mana. Gunakan password yang panjang dan unik untuk setiap akun. Kalau kesulitan mengingat, pakai password manager. Kami sudah membandingkan beberapa opsi di perbandingan password manager yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan.
3. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)
2FA menambah lapisan pengamanan ekstra selain password. Dengan 2FA, penyerang tetap tidak bisa masuk meskipun tahu passwordmu. Gunakan aplikasi authenticator seperti Google Authenticator atau Authy, daripada SMS yang lebih rentan. Aktifkan 2FA di semua akun penting: email, media sosial, dan perbankan.
4. Periksa izin aplikasi di HP
Aplikasi sering meminta izin yang tidak perlu, seperti akses ke kontak atau lokasi. Izin yang berlebihan bisa membuka celah privasi. Luangkan waktu untuk memeriksa dan mencabut izin yang tidak relevan. Panduan praktisnya bisa kamu baca di cek izin aplikasi di HP.
5. Bersihkan akun lama yang tidak terpakai
Akun media sosial atau forum lama yang sudah tidak aktif sering terlupakan, padahal bisa jadi pintu masuk bagi penyerang. Hapus akun-akun yang tidak kamu gunakan lagi. Jika sulit dihapus, setidaknya ganti password-nya dan aktifkan 2FA. Cara menghapus akun media sosial lama dengan aman bisa kamu ikuti di panduan menghapus akun media sosial lama.
6. Perbarui sistem operasi dan aplikasi
Pembaruan perangkat lunak sering kali berisi perbaikan keamanan yang menutup celah eksploitasi. Aktifkan pembaruan otomatis di HP dan komputer. Jangan menunda pembaruan sistem operasi terlalu lama. Aplikasi juga perlu diperbarui secara rutin, terutama browser dan aplikasi keuangan.
7. Gunakan VPN saat memakai Wi-Fi publik
Wi-Fi publik di kafe atau bandara rawan penyadapan. VPN mengenkripsi koneksimu sehingga data tidak mudah dicuri. Pilih VPN yang tepercaya dan tidak menyimpan log aktivitas. Jika bingung memilih, lihat perbandingan Mozilla VPN vs Proton VPN yang bisa jadi pertimbangan.
8. Waspadai phishing dan tautan mencurigakan
Phishing masih menjadi modus penipuan yang paling umum. Jangan asal klik tautan dari email atau pesan yang tidak dikenal. Periksa alamat pengirim dan URL tujuan sebelum mengisi data. Gunakan fitur verifikasi dua langkah jika tersedia. Kalau ragu, hubungi pihak resmi melalui saluran yang terpercaya.
9. Cadangkan data secara teratur
Ransomware bisa mengunci datamu dan meminta tebusan. Dengan pencadangan rutin, kamu bisa memulihkan data tanpa membayar. Simpan cadangan di tempat terpisah, misalnya hard drive eksternal atau layanan cloud terenkripsi. Lakukan pencadangan setidaknya seminggu sekali untuk data penting.
10. Periksa pengaturan privasi di media sosial
Media sosial sering memiliki pengaturan privasi yang berlapis. Batasi siapa yang bisa melihat unggahanmu, dan matikan fitur yang tidak perlu seperti berbagi lokasi otomatis. Tinjau pengaturan tersebut secara berkala karena platform sering mengubah kebijakan. Ini bagian penting dari cek keamanan online yang sering diabaikan.
11. Pantau aktivitas mencurigakan di akun
Biasakan memeriksa riwayat login dan aktivitas akun secara berkala. Jika ada perangkat atau lokasi yang tidak dikenal, segera logout dan ganti password. Layanan seperti Google dan Facebook menyediakan halaman aktivitas keamanan yang bisa kamu akses kapan saja.
Menjaga keamanan online memang butuh usaha, tapi hasilnya sepadan. Mulai dari langkah-langkah di atas, dan jadikan kebiasaan. Untuk melengkapi, baca juga 9 kebiasaan kecil yang bikin privasi digital kamu lebih aman. Selain itu, kalau kamu penggemar olahraga dan ingin nonton bareng gratis dengan host kocak, coba kunjungi tarkamlive. Di sana kamu bisa menikmati pertandingan basket, sepak bola, hingga UFC secara online. Pastikan tetap mengutamakan keamanan saat mengakses situs streaming apa pun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Seberapa sering saya harus melakukan cek keamanan online?
Idealnya setiap tiga sampai enam bulan, atau setelah ada berita kebocoran data besar. Jika kamu sering menggunakan Wi-Fi publik, lakukan pengecekan lebih sering.
Apa tanda akun saya sudah diretas?
Beberapa tanda antara lain: password tiba-tiba tidak berfungsi, ada email atau pesan yang tidak kamu kirim, dan muncul perangkat asing di riwayat login. Segera ganti password dan hubungi penyedia layanan.
Apakah VPN gratis aman untuk cek keamanan online?
VPN gratis sering memiliki batasan dan mungkin menjual data pengguna. Lebih aman menggunakan VPN berbayar yang memiliki kebijakan tanpa log dan reputasi baik. Baca ulasan sebelum memilih.