Data pribadi seperti email dan kata sandi bisa bocor dari layanan yang pernah kamu pakai, dan kamu sering tidak mendapat pemberitahuan. Panduan ini menunjukkan cara memeriksa kebocoran data pribadi dengan alat gratis, lalu langkah menanganinya agar risiko penyalahgunaan berkurang.
Kenapa kebocoran data perlu diperiksa secara berkala
Kebocoran data terjadi ketika basis data sebuah layanan diakses tanpa izin dan isinya tersebar. Isinya bisa berupa alamat email, kata sandi yang sudah di-hash, nomor telepon, hingga alamat rumah. Bagi pengguna, dampaknya bermacam-macam: dari email spam yang meningkat, percobaan login tidak dikenal, hingga penipuan yang menyebut data pribadimu agar terlihat meyakinkan.
Memeriksa secara berkala membantumu tahu akun mana yang perlu diganti kata sandinya sebelum ada masalah. Kamu tidak perlu menunggu pemberitahuan resmi dari layanan, karena kabar itu kadang terlambat atau tidak sampai sama sekali.
Alat yang bisa dipakai untuk memeriksa kebocoran
Ada beberapa layanan gratis yang bisa kamu gunakan. Semuanya bekerja dengan cara mencocokkan alamat emailmu dengan basis data kebocoran yang sudah dipublikasikan.
- Have I Been Pwned (haveibeenpwned.com): masukkan email, lalu situs akan menampilkan daftar kebocoran yang memuat alamat itu. Kamu juga bisa berlangganan notifikasi lewat email.
- Firefox Monitor: fitur bawaan Mozilla yang memakai data dari Have I Been Pwned. Bisa diakses lewat browser Firefox atau situs monitor.firefox.com.
- Google Password Manager: jika kamu menyimpan kata sandi di Chrome, fitur Password Checkup akan memberi tahu kata sandi yang bocor atau dipakai ulang.
Jangan memasukkan kata sandi ke situs pemeriksa kebocoran mana pun. Cukup alamat email. Situs yang meminta kata sandi untuk memeriksa kebocoran sebaiknya dihindari.
Langkah memeriksa kebocoran data pribadi
1. Periksa email utama
Buka Have I Been Pwned, masukkan alamat email yang paling sering kamu pakai untuk mendaftar layanan, lalu tekan tombol periksa. Hasilnya akan menampilkan nama-nama layanan yang datanya bocor beserta jenis data yang terdampak. Catat layanan mana saja yang masih kamu gunakan.
2. Periksa email lain dan nomor telepon
Ulangi langkah yang sama untuk alamat email lama atau email khusus belanja. Beberapa layanan juga bisa memeriksa nomor telepon, meski cakupannya lebih terbatas. Jika kamu punya akun dengan email sementara, tidak perlu diperiksa karena biasanya sudah tidak aktif. Informasi soal email sementara bisa dibaca di cara membuat email sementara.
3. Cek kata sandi yang tersimpan di browser
Buka pengaturan kata sandi di browser atau ponselmu. Di Chrome, masuk ke menu Setelan > Kata Sandi dan jalankan Pemeriksaan Kata Sandi. Fitur serupa ada di Safari dan Edge. Hasilnya akan menandai kata sandi yang bocor, lemah, atau dipakai di beberapa situs sekaligus.
Langkah menangani akun yang terdampak
Setelah tahu akun mana yang bocor, prioritaskan yang masih aktif dan menyimpan data penting.
- Ganti kata sandi akun yang terdampak. Buat kata sandi baru yang unik, minimal 12 karakter, dan tidak dipakai di layanan lain.
- Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) di akun tersebut. Utamakan aplikasi autentikator atau kunci keamanan fisik dibanding SMS.
- Keluar dari semua sesi yang tidak dikenal. Sebagian besar layanan menyediakan menu untuk melihat perangkat yang sedang login dan mengeluarkannya.
- Periksa aktivitas mencurigakan seperti email terkirim yang tidak kamu buat, perubahan alamat pemulihan, atau transaksi kecil yang tidak dikenal.
- Hapus akun yang sudah tidak dipakai. Akun lama yang terlupakan tetap menyimpan datamu dan bisa bocor lagi kapan saja. Panduan menghapus jejak digital bisa membantu di 7 cara menghapus jejak digital dengan aman.
Jika kebocoran mencakup data keuangan seperti nomor kartu, segera hubungi bank atau penerbit kartu untuk memblokir kartu dan memantau transaksi. Untuk data identitas seperti nomor KTP, pantau laporan kredit atau layanan perlindungan identitas yang tersedia di Indonesia.
Kebiasaan agar tidak mudah terdampak kebocoran berikutnya
Kebocoran bisa terjadi pada layanan mana pun, termasuk yang terlihat aman. Yang bisa kamu kendalikan adalah seberapa besar dampaknya.
- Pakai kata sandi berbeda untuk setiap akun. Kalau sulit mengingat, simpan di password manager. Perbandingan opsi bisa dilihat di perbandingan password manager.
- Berikan data seminimal mungkin saat mendaftar. Nama depan saja, tanggal lahir yang tidak persis, dan email khusus untuk layanan yang tidak penting.
- Aktifkan notifikasi login di akun penting agar kamu tahu jika ada yang mencoba masuk dari perangkat baru.
- Periksa izin aplikasi di ponsel secara berkala. Aplikasi yang punya akses berlebihan memperbesar risiko jika datanya bocor. Cara mengaturnya ada di cara mengatur izin aplikasi di HP.
Jadwalkan pemeriksaan kebocoran setiap beberapa bulan, misalnya bersamaan dengan penggantian kata sandi rutin. Langkah kecil ini jauh lebih murah daripada menangani penipuan akibat data yang sudah tersebar.
Ringkasan
Memeriksa kebocoran data pribadi cukup dilakukan dengan alat gratis seperti Have I Been Pwned dan fitur pemeriksa kata sandi di browser. Setelah tahu akun yang terdampak, ganti kata sandi, aktifkan verifikasi dua langkah, dan putuskan sesi yang mencurigakan. Kebiasaan memakai kata sandi unik dan memberi data seperlunya akan membatasi kerugian jika kebocoran berikutnya terjadi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah aman memasukkan email ke situs pemeriksa kebocoran?
Aman selama kamu hanya memasukkan alamat email, bukan kata sandi atau data lain. Situs seperti Have I Been Pwned memang dirancang untuk pencocokan email. Tetap waspadai situs tiruan yang meminta kata sandi dengan alasan memeriksa kebocoran.
Bagaimana jika email saya muncul di banyak kebocoran?
Prioritaskan akun yang masih aktif dan menyimpan data penting. Ganti kata sandi akun tersebut, aktifkan verifikasi dua langkah, lalu hapus akun lama yang tidak dipakai lagi. Email yang muncul di banyak kebocoran biasanya karena alamat itu sering dipakai mendaftar layanan.
Apakah mengganti kata sandi cukup untuk mengamankan akun?
Belum tentu. Ganti kata sandi sekaligus aktifkan verifikasi dua langkah dan keluarkan sesi yang tidak dikenal. Jika layanan menyediakan notifikasi login, aktifkan agar kamu tahu ada percobaan masuk dari perangkat baru.